TRENDING NOW


Kota Bima - DinamikaMbojo, Adanya pemberhenti distribusi air bersih oleh PDAM Kabupaten Bima, sangat disesalkan oleh Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi, SE. Terkait persoalan tersebut Wali Kota Bima mendesak pihak PDAM untuk segera mendistribusikan kembali air ke seluruh pelanggan.

Kata H Lutfi, Saya selaku Wali Kota Bima sangat menyesalkan atas pemberhentian distribusi air oleh PDAM. Mengingat banyak sekali kontribusi pemerintah daerah dalam mendukung PDAM,” ujarnya.

Padahal, Pemkot Bima sudah banyak membantu dalam penyediaan dan perbaikan jaringan yang selama ini tidak aktif. Jaringan dibangun oleh Pemkot Bima dengan alokasi anggaran APBD untuk membantu PDAM Kabupaten Bima.

Bahkan sebagian besar menurut Wali Kota semuanya sudah dibenahi dan diserahkan ke PDAM, sehingga masyarakat mulai melakukan pembayaran. “Kepercayaan masyarakat kota terhadap PDAM ini yang harus dijaga,” tuturnya.

Sekali lagi saya selaku Wali Kota Bima meminta kepada pihak PDAM untuk segera membuka kembali saluran-saluran yang ada,” tegasnya. (DM.Red).


Kota Bima - DinamikaMbojo, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bima melakukan survei untuk kepastian dimulainya pekerjaan pelebaran drainase depan markas Brimob hingga menuju kantor LLAJ,  Selasa (22/02/21). 

Dinas PUPR bersama Lurah, Babinsa babinkamtibmas, LPM serta ketua RT dan RW menyambangi kantor Brimob untuk bertemu langsung dengan komandan brimob guna pemberitahukan adanya rencana pelebaran drainase dan pembongkaran jembatan depan markas Brimob. 

Kepala Dinas PUPR Kota Bima, Muhammad Amin, S.Sos menyampaikan bahwa akan melakukan pengerjaan pembongkaran jembatan untuk rencana ditinggikan serta pelebaran Drainase, apa yang direncanakan ini segera dikerjakan dan semoga banjir yang datang dapat diminimalisir. Tuturnya.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas sangat mengharapkan kepada warga untuk tidak memanfaatkan bahu jalan karena ini adalah jalan nasional dan memungkinkan akan dilakukan perlebaran jalan. 

"Kalau bahu jalan dan Drainse dimanfaatkan, maka otomatis akan mempersempit arus banjir yang datang dan meluap di pemukiman". kalau ada kerusakan Drainse segera koordinasikan dengan pihak PU agar bisa diantisipasi. Harapnya.

Lanjutnya, untuk pemeliharaan jalan nasional pasti akan dilakukan perbaikan, yang terpenting tidak ada hambatan di tengah masyarakat. Pungkasnya.

Sementara Kepala Kelurahan Sambinae, Drs. Amiruddin mengatakan biang terjadinya banjir dilokasi tersebut disebabkan karena lebar antara hulu dan hilir tidak seimbang dan beberapa Drainse terlihat sempit dan pendek. Solusinya adalah memperlebar saluran drainse mulai dari jembatan hingga menuju kantor  LLAJ kira-kira sekitar 110 meter dan lebar drainase minimal 1,5 meter. Jelasnya.

Dalam Hal ini Pemerintah Kelurahan Sambinae mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama Pemerintah Kota Bima melalui dinas PUPR yang telah menfasilitasi upaya pemeliharaan Drainse dan jalan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak brimob yang telah mendukung rencana pembongkaran jembatan dan pelebaran drainase.  

Ditambahkannya, pada masyarakat diminta kesadarannya dan bersama-sama untuk menyelesaikan masalah banjir untuk kepentingan umum dan masyarakat itu sendiri. Serta mari kita mendukung apa yang menjadi program pemerintah Kota Bima melalui Dinas PUPR nantinya. Harapnya. (DM.Red).


Kabupaten Bima - DinamikaMbojo, Plh. Bupati Bima melalui Asisten I Setda Bima H. Putarman, SE mengatakan, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Drs. H Dahlan M. Noer, M. Pd, dipusatkan di Provinsi NTB.

Keputusan ini berdasarkan hasil rapat bersama Sekda Provinsi NTB di Mataram, Selasa, (23/2/2021), yang dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten dan Kota melaksanakan Pilkada. "Hasil rapat di Mataram, bersama perwakilan Pemerintah yang menggelar Pilkada dan Sekda Provinsi NTB, Pelantikan Kepala Daerah terpilih dipusatkan di Mataram," ujar Asisten I Setda Bima H. Putarman, SE, melalui Selulernya.

Kata H. Putarman, peserta yang mengikuti pelantikan dibatasi, yang diikut sertakan hanya empat orang saja. "Hanya empat orang yang bisa masuk di ruang pelantikan, Bupati Bima dan pemdamping Wakil Bupati Bima dan pendamping," tuturnya.

Bagaimana tehnis dan petunjuk pelantikan, Gubernur NTB akan berkoordinasi dengan Kemendagri RI. "Besok Gubernur akan koordinasi bersama Kemendagri RI melalui Teleconference dan atau
Video Conference," katanya.

Dia mengakui, putusan yang diambil oleh Plh Bupati Bima saat menggelar rapat bersama jajaran FKPD kemarin, itu merujuk pada surat edaran dikeluarkan Mendagri RI, namun pelantikan kepala daerah terpilih diambil alih oleh Pemerintah provinsi NTB, (DM.Red).

Kota Bima - DinamikaMbojo, Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi SE membuka kegiatan sosialisasi sistem perekam transaksi bagi pelaku usaha perhotelan dan restoran di Kota Bima di Aula Kantor Walikota Bima pada Senin 22 Februari 2021. 
 
Hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut  Sekretaris Daerah, Kepala BPKAD dan Perwakilan Polres Bima Kota dan Kepala Bank NTB Syariah Cabang Bima serta tamu undangan yang merupakan pengusaha-pengusaha perhotelan serta restoran yang ada di Kota Bima. melalui aplikasi zoom meeting selaku pemateri sosialisasi Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK RI dan Kepala Bank NTB Syariah Pusat. 

Kepala BPKAD Kota Bima Drs Zainudin dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan respon cepat dari pemerintah guna menyatukan pemahaman semua pihak tentang kegunaan pemasangan alat perekam transaksi usaha, dengan harapan melalui sosialisasi ini terjalin hubungan dan kerjasama yang positif bagi semua stakeholder, sehingga akan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selaras dengan itu, Wali Kota Bima juga memiliki harapan yang sama dimana diungkapkannya bahwa rencana terkait pemasangan alat perekam transaksi usaha tersebut semenjak awal terpilih menjadi Wali Kota Bima. Dengan adanya sistem tersebut, mampu menerobos apa yang menjadi penghambat baik bagi pengusaha maupun pemerintah. 

Dijelaskannya bahwa pengadaan alat perekam ini merupakan kerjasama dengan Bank NTB dan juga merupakan usul saran dari KPK. Diharapkan dengan adanya alat perekam ini juga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). 

Hampir di seluruh Indonesiaalat ini sudah diberlakukan dan contoh beberapa daerah bahwa pemberlakuan alat ini menjadi salah satu cara penguatan PAD. Saat ini, Pemerintah Pusat dan daerah bahu membahu mengatasi Covid-19 tanpa mematikan sektor perekonomian yang ada. "Sistem ini juga salah satu jalan untuk penguatan pendapatan daerah kita", jelas Wali Kota. 

Diungkapkannya bahwa dengan diberlakukannya sistem dan mesin tersebut, mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pelaku usaha dan pemerintah. Sehingga bisa memudahkan semua pihak. "Dengan hadirnya sistem ini, memudahkan pelaku usaha dan transparansi dalam hal pelaporan keuangan", ujar Wali Kota.

Di akhir sambutannya, Wali Kota Bima mengapresiasi atas peran para pengusaha dalam mendukung pembangunan daerah. Beliau juga menaruh harapan besar agar ke depannya masyarakat selaku pengusaha dan pemerintah daerah bisa saling bekerjasama, bahu-membahu dalam meningkatkan ekonomi Kota Bima, dan mampu berjalan bersama dengan pandemi Covid-19 yang tentunya menjadi tantangan besar selama ini. 

"Perkembangan ekonomi daerah kita tetrbilang  cukup baik, karenanya dukungan masyarakat dan pelaku pengusaha. Kita bahu membahu mengatasi permasalahan ekonomi dan berjalan bersama pandemi. Jangan sampai ekonomi kita mati," tutup Wali Kota. 

Untuk sementara ini, alat tapping box di seluruh Kabupaten/Kota di NTB mendapatkan 10 unit dan diutamakan untuk perhotelan. Nanti ke depannya akan ditambah menjadi 25 unit per Kabupaten/Kota.(DM.Hum).

Kabupaten Bima - DinamikaMbojo, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, selaku Bupati Bima terpilih dua periode menyerahkan bantuan berupa uang secara pribadi pada warga RT 07 Desa Nata Kecamatan Palibelo. Bantuan diserahkan untuk 7 warga yang rumahnya dilalap si jago merah, beberapa waktu lalu, Senin Sore (22/02/21).

Bupati yang terpilih kembali, juga Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima, berharap pada keluarga yang mengalami kebakaran dapat bersabar dan tabah menerima musibah, Karena semua musibah yang datang tidak ada yang bisa menduga-duga. 

Kemudian selalu tingkatkan kewaspadaan terhadap pemicu adanya kebakaran seperti arus pendek Dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menyebabkan cepatnya terjadi musibah kebakaran. 

‘’Ini bantuan pribadi, Semoga dapat meringankan beban keluarga di Nata,’’ujar Umi Dinda, dihadapan warga.

Berharap, Bagi keluarga yang mengalami musibah dapat melaporkan sejumlah kerugian yang dialami kepada Pemerintah Daerah. 

Umi Dinda meminta, Kades dan Camat dapat membantu melaporkan jumlah kerugian yang dialami oleh warganya. (DM.Red).


Kabupaten Bima - DinamikaMbojo, Pelaksana Harian (Plh) Bupati Bima yang juga Sekretaris Daerah Drs. H. M. Taufik HAK. M.Si Senin (22/02) mengungkapkan, "tahapan pelantikan diputuskan setelah KPU menetapkan pasangan Bupati dan Wabup Bima terpilih, DPRD sudah mengajukan pelantikan ke Kementerian Dalam Negeri RI".

"Aspek keamanan dan penegakan protokol kesehatan COVID-19 menjadi prioritas pelantikan yang rencananya akan berlangsung Jumat 26 Februari di Aula kantor Bupati Bima".

Hal tersebut dikatakan Plh Bupati saat memimpin rapat yang turut dihadiri unsur FORKOMPIMDA, Asisten I dan Asisten III Setda, Kepala Bakesbangpol, Kadis Kesehatan, Kadis Kominfostik, Kasat Polpp, Kabag Tatapem, Kabag Umum dan  Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Bima 

Dijelaskan H.M. Taufik, menindak lanjuti surat Kementerian Dalam Negeri RI perihal Nomor 131/966/OTDA perihal pelantikan Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota melalui media teleconference dan/video conference. 

Surat yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah  Drs. Akmal Malik M.Si tersebut ditujukkan kepada para Gubernur Se-Indonesia menyebutkan bahwa pelantikan Bupati dan Wabup di kabupaten kota dilakukan oleh Gubernur pada minggu IV bulan Februari secara virtual dengan menetapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat.

Ketentuan dalam surat tersebut lanjut Plh. Bupati  juga secara tegas mengatur “jumlah kehadiran secara fisik para pihak pada tempat pelantikan paling banyak 25 orang diantaranya kepala daerah wakil kepala daerah yang dilantik, keluarga inti kelengkapan acara dan Forkopimda kabupaten/kota dengan memperhatikan physical distancing dan protokol kesehatan  yang ketat”. Tandasnya.

Terkait dengan upaya penanggulangan yang ditujukan untuk memperkecil angka kematian membatasi penularan serta penyebaran COVID, Kemendagri meminta kepada pemerintah daerah untuk mengoptimalisasikan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dengan memanfaatkan teleconference dan atau video Converse. 

Bagi masyarakat umum dan instansi pemerintah yang ingin mengetahui prosesi pelantikan terebut dapat menggunakan saluran streaming  media sosial Pemerintah Daerah yang dikelola oleh Dinas Kominfostik dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.  

Untuk mengoptimalakan penerapan Protokol Kesehatan, Aparat TNI/POLRI, Tim Gugus Tugas COVIS dan Dinas Kesehatan akan mengoptimalkan penerapan prosedur kepada semua pihak yang secara fisik hadir di lokasi acara”. Tutup Taufik.(DM.Red).

DinamikaMbojo.Com – Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. LALU GITA ARIADI, M.Si mengungkapkan, hari ini, 21 Febuari 2021 sebanyak 14 orang warga Kota Bima kembali terinfeksi dan dinyatakan positif COVID-19 yakni.

Pasien nomor 9008, an. R, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda

Pasien nomor 9010, an. D, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru

Pasien nomor 9011, an. CAA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga

Pasien nomor 9012, an. H, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda

Pasien nomor 9013, an. R, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Matakando, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda

Pasien nomor 9014, an. AP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae

Pasien nomor 9015, an. H, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatiwangi

Pasien nomor 9016, an. AR, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae

Pasien nomor 9017, an. MK, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatiwangi

Pasien nomor 9018, an. S, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda

Pasien nomor 9019, an. BH, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Rite, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae

Pasien nomor 9020, an. S, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima

Pasien nomor 9021, an. AP, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga

Pasien nomor 9022, an. E, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda

Kata dia, untuk mengatasi pandemi Covid-19, dibutuhkan kerja bersama semua pihak dan lapisan masyarakat secara kolaboratif. ”Lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19, yakni 5M. Menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya.


Kota Bima - DinamikaMbojo, Sirajuddin HI wartawan senior Bima, Ahad (21/2) sekitar pukul 14.30 WITA, sore ini, telah tutup usia. Almarhum menghembuskan nafas  terakhir menghadap Sang Kuasa, di Ruang Isolasi RSUD Bima, terkonfirmasi Covid-19.

Informasi yang diperoleh, pimpinan Media Onlie Mitra Rakyat ini dikebumikan dengan protokol covid-19. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah rekan wartawan dan sejawat almarhum, menunggu di depan RSUD Bima.

Humas RSUD Bima, dr H M Akbar yang dikonfirmasi membenarkan Jedo positif Covid-19. Dirawat di Ruang Isolasi dan dikebumikan dengan protokol covid-19.

Alamarhum yang biasa disapa Jedo ini, diperkirakan berusia 60 tahun ini, menghabiskan usianya lebih banyak di dunia jurnalis.

Paling lama mengabdi di Media Cetak Suara Mandiri, koran Harian Umum di Bima. Setelah di Suara Mandiri, Jedo pernah menulis di sejumlah media lain, sebelum mendirikan media sendiri yakni Mitra Rakyat.

Para wartawan di Bima, baik yang senior pun yang masih beraktifitas, mengenal almarhum, sebagai pribadi yang baik dan tidak banyak komentar. Bahkan diketahui, tidak pernah bermasalah selama menjalankan tugas dan aktivitas sebagai kuli tinta.

Tentu meninggalnya Almarhum, meninggalkan duka bagi para wartawan di Bima, lebih khusus lagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bima. Almarhum saat ini menjabat sebagai bendahara di PWI Bima.

Selamat jalan Jedo. Dedikasi dan kerja serta perjuangan mu di dunia jurnalis ini, sungguh besar dan tidak mungkin terurai dalam catatan profesi mulia ini. Doa semua para kuli tinta menyertai kepergian mu. (DM.Red)

Kota Bima - DinamikaMbojo, Forum Komunikasi Pemuda Ni'u menggelar Kegiatan penghijauan yang dihadiri oleh Ketua TP. PKK Kota Bima Hj.El HML beserta anggota, Hj.Suharni, selaku Camat RasanaE Barat, Lurah Dara, bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua LPM, Ketua Karang Taruna Kelurahan Dara. Minggu (21/02/21).

Kegiatan penghijauan juga di dukung oleh Komunitas Doro Londa, Komunitas Sabua Ra'a dan Forum TSBK Kota Bima beserta warga yang berlokasi di Mada Oi Ni'U Lingkungan Ni'u Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima.

Penanaman pohon di Awali oleh Ketua TP. PKK dan didampingi, Camat, Lurah, Babinsa dan Babinkamtibmas serta Sejumlah Forum dan Komunitas penghijauan yang ada di Kelurahan Dara.

Ketua TP. PkK Kota Bima Hj. Elya HML mengatakan bahwa tugas kita bersama untuk menghijaukan kembali gunung dan kawasan yang kini telah gundul yang mengakibatkan banjir tetap melanda Kota Bima. Pemuda adalah tulang punggung dari sebuah pembangunan. Tuturnya.

"Kalau bukan kita siapa lagi dan kalau tidak di mulai sekarang kapan lagi, kita tidak ingin terpuruk dengan fenomena banjir yang terus menerus setiap tahun kita rasakan". Terangnya.

Sementara Camat Rasanae Barat Kota Bima, Hj. Suharni, SE menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua TP. PKK yang menyempatkan diri untuk hadir dilingkungan Oi Ni'u dalam rangka kegiatan penghijauan yang diprakasai oleh Forum Komunikasi Pemuda Ni'u. Adapun sejumlah bibit pohon yang di tanam diantara bibit Pohon Beringin,  Sawo dan Kemiri.

"Semoga Apa yang menjadi niat baik dan ide cemerlang dari para pemuda Ni'u kedepannya dapat menjadikan gunung-gunung ini kembali menghijau dan pohon-pohonnya dapat tumbuh subur". 

Mari kita sama-sama menjaga tanaman yang telah kita tanami hari ini, karena pepohonan ini sangat tinggi manfaatnya bagi kehidupan" Ungkapnya.

Ditambahkannya, dimana dalam kawasan mata air Oi Ni'u bisa di jadikan destinasi wisata bagi masyarakat Kota Bima, tapi akses jalanya sulit dilalui, baik oleh pengguna jalan kaki maupun kendaraan. 

Oleh karena demikian diharapkan perhatian dari pemerintah Kota Bima khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk dapat melirik dan melakukan mengaspal jalan masuk di kawasan tersebut. Harapnya. (DM.Red).

Kota Bima - DinamikaMbojo, Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. LALU GITA ARIADI, M.Si kasus covid-19 di Kota Bima terus bertambah, hari ini ada 6 arang yang terpapar COVI-19 dan 2 orang yang sembuh.

Kata dia pasien yang terpapar yakni, Pasien nomor 8935, an. N, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda.

Pasien nomor 8936, an. LNA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae.

Pasien nomor 8937, an. R, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae.

Pasien nomor 8938, an. IM, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Lampe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Rasanae Timur.

Pasien nomor 8939, an. N, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Timur, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru.

Pasien nomor 8940, an. F, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga

Sedangkan 2 pasien yang sembuh adalah, Pasien nomor 7410, an. S, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima
Pasien nomor 7571, an. Y, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima.

“Diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk memudahkan proses tracing Covid-19 serta dengan kesadaran kolektif bersedia dan siap untuk divaksin. Hal ini diperlukan untuk mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga risiko paparan Covid-19 di Provinsi NTB dapat ditekan seminimal mungkin,” harapnya. (DM.Red).


Kota Bima - DinamikaMbojo, Naas menimpa Muhsin Gani warga Lingkungan So Ati Kelurahan Kolo, Jum’at malam (19/2). Rumah panggung miliknya hancur setelah tertimpa pohon kelapa tumbang.

Rumah berlokasi Di RT. 17 RW. 007 itu mengalami rusak parah. “Tidak Ada Korban Jiwa Kerugian Di Taksir Jutaan Rupia,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bima, Nazamuddin

Mendapatkan laporan adanya rumah tertimpa pohon, tim langsung turun ke lokasi melakukan upaya evakuasi. “Tadi pagi kami juga sudah serahkan bantuan tanggap darurat meringatkan musibah menimpa korban,” ujar Chrisna sapaan akrabnya.

Bantuan tanggapdarurat berupa sembako, terpal diserahkan langsung pada korban. “Mudah-mudahan bantuan diberikan dapat membantu korban,” harapnya. (DM.Red)

Kota Bima - DinamikaMbojo, Camat Mpunda didampingi Sekretaris Camat beserta Kasi Kesos Kecamatan Mpunda menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan/Kelurahan Kecamatan Mpunda bertempat di ruang rapat Kantor Kecamatan Mpunda. Rapat tersebut dihadiri seluruh Lurah se-Kecamatan Mpunda, Jum'at (19/02/21). 

Kegiatan rapat tersebut dimaksudkan untuk mematangkan persiapan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) yang direncanakan oleh Pemerintah Kota Bima pada tanggal 23 Februari sampai dengan tanggal 6 Maret 2021.

Camat Mpunda H. Fakhruddin, S.Sos berharap semoga kegiatan MTQ tahun 2021 ini dapat berjalan sukses dari tahun-tahun sebelumnya, dengan melakukan koordinasi dan kerja sama yang baik di antara lurah”, imbuhnya. (DM.Red)

Kota Bima - DinamikaMbojo, Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat,Drs. H. LALU GITA ARIADI, M.Si dalam siaran persnya mengungkapkan, ada 12 orang warga Kota Bima yang terpapar COVI-19.

Pasien nomor 8862, an. AM, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda

Pasien nomor 8863, an. N, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Rite, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae

Pasien nomor 8864, an. NS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda

Pasien nomor 8865, an. IF, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda

Pasien nomor 8866, an. I, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima

Lalu, Pasien nomor 8867, an. DJP, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima

Pasien nomor 8868, an. SN, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga

Pasien nomor 8869, an. EN, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 7823. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga

Pasien nomor 8870, an. FR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 7823. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga

Pasien nomor 8871, an. MA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 7823. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga

Pasien nomor 8872, an. VPA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 7823. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga

Pasien nomor 8873, an. HYP, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga

”Mari kita terus waspada terhadap penyebaran Covid-19, yakni dengan patuh dan taat menerapkan protokol Kesehatan. Selalu gunakan masker ketika beraktivitas diluar rumah, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,”ajaknya.(DM.Red).